Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSSI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

0 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, disingkat PSSI, adalah organisasi induk yang bertugas mengatur kegiatan olahraga sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Seperti yang tertera pada situs Wikipedia dan dikutip Bola Beta™.

PSSI dibentuk pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Sebagai organisasi olahraga yang lahir pada masa penjajahan Belanda, kelahiran PSSI ada kaitannya dengan upaya politik untuk menentang penjajahan. Apabila mau meneliti dan menganalisa lebih lanjut saat-saat sebelum, selama, dan sesudah kelahirannya hingga 5 tahun pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, terlihat jelas bahwa PSSI lahir dibidani oleh muatan politis, baik secara langsung maupun tidak, untuk menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia yang ikut bergabung.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali, Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda, Sizten en Lausada, yang berkantor pusat di Yogyakarta. Di sana beliau merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk sejajar dengan komisaris perusahaan konstruksi besar itu. Akan tetapi, didorong oleh semangat nasionalisme yang tinggi, beliau kemudian memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut.

Setelah berhenti dari Sizten en Lausada, Soeratin lebih banyak aktif di bidang pergerakan. Sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, beliau menyadari kepentingan pelaksanaan butir-butir keputusan yang telah disepakati bersama dalam pertemuan para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Soeratin melihat sepak bola sebagai wadah terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda sebagai sarana untuk menentang Belanda.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Soeratin rajin mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian, ketika mengadakan pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta, Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta), dan juga pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi sepak bola nasional. Selanjutnya, pematangan gagasan tersebut dilakukan kembali di Bandung, Yogyakarta, dan Solo yang dilakukan dengan beberapa tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A. Hamid, dan Soekarno (bukan Bung Karno). Sementara itu, untuk kota-kota lainnya, pematangan dilakukan dengan cara kontak pribadi atau melalui kurir, seperti dengan Soediro yang menjadi Ketua Asosiasi Muda Magelang.

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil dari VIJ (Sjamsoedin, mahasiswa RHS), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo), VVB - Vortenlandsche Voetbal Bond Solo (Soekarno), MVB - Madioensche Voetbal Bond (Kartodarmoedjo), IVBM - Indonesische Voetbal Bond Magelang (E.A. Mangindaan), dan SIVB - Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Pamoedji). Dari pertemuan tersebut, diambillah keputusan untuk mendirikan PSSI, singkatan dari Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia. Nama PSSI lalu diubah dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 menjadi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia sekaligus menetapkan Ir. Soeratin sebagai ketua umumnya.

PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, kemudian dengan AFC pada tahun 1954. PSSI menggelar kompetisi Liga Indonesia setiap tahunnya, dan sejak tahun 2005, diadakan pula Piala Indonesia. Ketua Umum PSSI sejak 9 Juli 2011 adalah Djohar Arifin Husin.

Saat ini, masa jabatan Ketua Umum PSSI adalah 4 tahun. Berikut adalah daftar Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia:

NoNamaAwal jabatanAkhir jabatan
1 Soeratin Sosrosoegondo 1930 1940
2 Artono Martosoewignyo 1941 1949
3 Maladi 1950 1959
4 Abdul Wahab Djojohadikoesoemo 1960 1964
5 Maulwi Saelan 1964 1967
6 Kosasih Poerwanegara 1967 1974
7 Bardosono 1975 1977
8 Moehono 1977 1977
9 Ali Sadikin 1977 1981
10 Sjarnoebi Said 1982 1983
11 Kardono 1983 1991
12 Azwar Anas 1991 1999
13 Agum Gumelar 1999 2003
14 Nurdin Halid 2003 1 April 2011
* Agum Gumelar
(Ketua Komite Normalisasi PSSI)
1 April 2011 9 Juli 2011
15 Djohar Arifin Husin 9 Juli 2011 Petahana (Masa habis 2015)
Read More...

Rabu, 16 Mei 2012

0 PSSI Siapkan 15 Pemain Under-23 Menghadapi Inter Milan

Inter Milan

Sebanyak 15 pemain timnas U-23 telah disiapkan untuk berlaga menghadapi klub elite asal Italia, Inter Milan. Hal itu diungkapkan sang pelatih, Aji Santoso saat dihubungi wartawan.

Pelatih yang juga ditunjuk mengarsiteki timnas U-22 diajang kualifikasi Piala Asia U-22 tersebut mengatakan, pihaknya akan mengkombinasikan timnas U-23 dengan para pemain asing yang berlaga di kompetisi Indonesia.

"Itu nanti masuk ke Indonesia Selection. Ada gabungan bersama pemain asing sekitar lima pemain. Sisanya 15 pemain timnas U-23," bebernya, Dikutip Bola Beta™, Rabu (16/5/2012).

Nama-nama beken seperti Andik Vermansyah, Diego Michiels pun dipastikan akan tampil membela tim Indonesia Selection untuk melawan Javier Zanetti dan kawan-kawan.

Timnas U-23 meupakan proyeksi jangka panjang PSSI. Tim ini nantinya akan mewakili Indonesia diajang SEA Games 2013 yang diselenggarakan di Myanmar.

Berkaca pada prestasi SEA Games 2011, Indonesia mampu meraih runner up. Oleh karena PSSI sendiri telah menargetkan emas diajang paling bergengsi di Asia Tenggara yang digelar dua tahun sekali ini.
Read More...

Selasa, 15 Mei 2012

0 Bima Sakti : PSSI Tidak Adil !


Ketua Umum dan Wakil ketua umum

Bima Sakti, bintang klub IPL Persema Malang menuding PSSI di bawah naungan Djohar Arifin Husin bertindak tidak adil terhadap klub.

Bima, mantan kapten tim nasional itu, menilai ketidakadilan itu terlihat dari beberapa pemain Semen Padang yang seharusnya memperkuat tim nasional, tapi bisa memperkuat klub. Mereka dipanggil masuk tim nasional, tapi kemudian mundur.

“Saat menjamu Semen Padang, Persema kehilangan dua pemain pilarnya karena harus memperkuat timnas. Sementara para pemain Semen Padang yang juga dipanggil timnas, ternyata masih bisa membela klubnya,” kata Bima Sakti di Malang, Dikutip Bola Beta™, Selasa (15/5/2012).

Para pemain Semen Padang yang seharusnya membela timnas tersebut adalah Ferdinan Sinaga, Abdul Rahman, Vendry Mofu, Hengki Ardiles, dan Syamsidar (kiper), sedangkan dua pemain Persema yang tetap bertahan di timnas adalah Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan.

Lebih lanjut Bima mengatakan bahwa pelatih Slave Radovski memang sudah menyiapkan pengganti kedua pemain blasteran tersebut, namun keberadaannya tetap penting bagi tim.

Dengan kondisi tersebut, Bima Sakti menilai jika PSSI memang tidak adil terhadap tim-tim yang berlaga di ajang Liga Primer Indonesia (LPI), termasuk ketidakadilan bagi pemain.

“Jika pemain timnas yang satu bisa memperkuat klubnya ketika bertanding, kenapa pemain lainnya tidak bisa?” ujarnya.
Read More...

0 Timnas Habiskan 3 Miliar Ke Palestina


Gambar Karikatur

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyetop dana untuk tim nasional senior Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Karena itu PSSI harus membiayai sendiri setiap keperluan timnas saat mengikuti turnamen Al-Nakbah di Palestina.

"Jumlahnya saja (untuk ke Palestina) di atas Rp 3 miliar," kata penanggung jawab tim nasional, Bernhard Limbong, Dikutip Bola Beta™, Selasa, 15 Mei 2012.

Dana itu, menurut Limbong, didapat PSSI dari beberapa donatur yang bersedia membantu timnas. Tapi ia tidak memerinci identitas donatur-donatur tersebut. "Jangan tanya itu dari mana. Yang pasti dari donatur," kata Limbong lagi.

Timnas Indonesia di bawah asuhan Nil Maizar sendiri saat ini telah berada di Palestina untuk mengikuti turnamen Al-Nakbah. Pertandingan pertama tim Merah-Putih akan menghadapi Uzbekistan pada 17 Mei mendatang.

Indonesia, kata Limbong, sangat serius mengikuti turnamen itu meski beberapa peserta lain hanya mengirim timnas junior. Alasannya, menurut Limbong, keberadaan Indonesia di Palestina sangat berarti demi pengakuan kemerdekaan Palestina oleh dunia internasional.

"Kehadiran timnas di sana lebih dari sepak bola. Ada solidaritas antara Indonesia dan Palestina," ujar Limbong.
Read More...

0 Tibo dan Okto Berjihad Untuk Palestina


Titus Bonai dan Manager Timnas

PSSI mengimbau kepada Persipura Jayapura dan Persiram Raja Ampat tidak mengajukan gugatan terkait status pemain mereka, Titus Bonai dan Oktovianus Maniani yang bergabung dengan Timnas.

Tibo dan Okto tidak mendapat izin dari klubnya masing-masing untuk membela Timnas karena tenaga mereka masih dibutuhkan di Liga Super Indonesia (ISL), namun keduanya tetap bergabung secara diam-diam, membuat klub pemilik mereka berang.

Kedua klub menduga ada peran serta PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin dalam sikap indisipliner Tibo dan Okto. Persipura dan Persiram pun mengancam akan menggugat PSSI Djohar.
"Ancam mengancam demi kepentingan bangsa diurungkanlah," ujar Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong di kantor PSSI, Dikutip Bola Beta™, Selasa (15/5/2012).

Sebelumnya, Persipura Jaya Pura dan Persiram Raja Ampat akan mengajukan gugatan terkait Tibo dan Okto. Bahkan Persiram meminta Okto untuk membayar ganti rugi akibat pemutusan kontrak secara sepihak. Saat didesak mengenai gugatan dan tuntuan ganti rugi tersebut, Limbong menjawab diplomatis.

"Bukan PSSI yang bantu, tapi negara. Karena mereka bekerja untuk negara. Mereka berjihad untuk kemerdekaan Palestina," kilahnya.

Limbong menegaskan bahwa Tibo dan Okto hanya bermaksud membela Timnas tidak ingin keluar dari klub yang selama ini menaungi mereka.

"Ingat Timnas itu bukan hanya milik PSSI, tapi punya seluruh bangsa Indonesia. Mereka tidak punya keinginan pindah klub, mereka ingin membela Timnas yang wajib hukumnya," tandasnya.[yob]
Read More...

0 6 Pemain Timnas U-14 terancam dicoret


Timnas U-14

Niat PSSI menjunjung tinggi nilai fair play dalam seleksi pemain usia muda ternoda. Itu setelah koordinator timnas Bob Hippy menemukan kejanggalan dalam 30 nama yang lolos seleksi untuk digembleng dalam timnas U-14.

"Ada enam pemain yang sebelumnya tak mengikuti seleksi atau pun tidak lolos tercantum. Ini akan kami selidiki bagaimana mereka bisa tiba-tiba masuk. Jika tidak sesuai prosedur, mereka kami coret," katanya, kemarin, Dikutip Bola Beta™ (14/5).

Menurut Bob, enam nama yang enggan dia sebutkan tersebut tiba-tiba muncul dalam 30 nama yang lolos seleksi. Tapi, karena verifikasi yang dilakukan PSSI dan tim pelatih saat ini ketat, maka enam nama itu ketahuan tidak mengikuti seleksi sebelumnya.

"Ini mencederai visi-misi PSSI untuk membangun timnas yang bagus di masa depan. Ini juga tidak jujur," terang mantan pemain nasional tersebut.

Dengan nada sedikit keras, Bob menegaskan akan segera melakukan pencoretan nama-nama tersebut. Dia tidak peduli meskipun enam pemain itu adalah titipan orang dalam PSSI. Alasannya, para pemain muda tersebut mentalnya telah dididik untuk berlaku curang.

Karena itu, Bob mengatakan siap bertindak tegas terutama untuk membongkar praktek yang dianggap sebagai biang kehancuran pembinaan sepak bola di Indoneia tersebut.

Sayang, saat disinggung mengenai siapa orang dalam yang dimaksud Bob, dia enggan untuk mengungkapnya. Namun, pihaknya akan segera melakukan rapat internal untuk menghentikan langkah orang dalam yang dimaksud.

"Saya ada di PSSI untuk menghentikan praktik curang. Saya siap menanggung risikonya, yang terpenting pembinaan sepak bola tidak dinodai," tandasnya.

Nama-nama yang telah dipilih dari 2000-an nama yang mengikuti seleksi ini nantinya akan digembleng dan dikerucutkan dibawah pengawasan tim pelatih, hingga tersisa 22 pemain. Nantinya pemain ini akan menjadi penggawa timnas U-14 yang akan berlaga di festival sepak bola AFC U-14 di Kinibalu, Sabah, Malaysia pada 30 Mei-3 Juni mendatang.
Read More...

Senin, 14 Mei 2012

0 PSSI Usul Kualifikasi Piala Asia U-22 Diundur


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), mengusulkan kepada AFC agar pelaksanaan kualifikasi Piala Asia U-22 yang sedianya berlangsung pada 23 Juni-3 Juli 2012 diundur.

Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah dalam even ini, khawatir perhatian masyarakat dan media minim karena bertepatan dengan perhelatan akbar, Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina.

"Kami usulkan pada AFFC, kualifikasi Piala Asia U-22 ditunda. Alasannya, karena saat itu sedang seru-serunya Piala Eropa. Kami khawatir konsentrasi masyarakat ke sana, sehingga peminat ke stadion dan perhatian media kurang," kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin saat ditemui di ruangannya, Senin (14/5/2012). Dikutip Bola Beta™.

PSSI mengusulkan gelaran kualifikasi itu dilaksanakan pada 3-13 Juli 2012. Selain itu, masalah persiapan di dua Stadion di Riau menjadi lebih maksimal jika kualifikasi tersebut ditunda. "Surat permintaan penundaan sudah kami kirim ke AFC melalui Sekjen. Sekarang tinggal menunggu surat persetujuan dari AFC," imbuhnya.
Indonesia akan berlaga di kualifikasi Piala Asia U-22.

Tim asuhan Aji Santoso ini berada di grup E bersama Australia, Jepang, Singapura, Macau dan Timor Leste. Dua Stadion di Riau pun sudah disetujui AFC dan negara-negara peserta sebagai tempat diselenggarakannya pertandingan ini yakni Riau Main Stadium dan Kaharudin Nasution Stadium.
Read More...

0 AFC : Musim Depan Kompetisi Dimulai Awal Tahun


Asian Football Confederation

Pertemuan AFC dengan sejumlah federasi sepak bola negara di Asia yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, April lalu, membuahkan suatu keputusan. Salah satunya berisi tentang penyeragaman jadwal kompetisi di setiap negara. Demikian disampaikan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (14/5). "Jadi ke depan, kompetisi tidak lagi dimulai pada bulan Oktober atau November lagi. Berdasarkan pertemuan dengan AFC, kita sepakat untuk memulai kompetisi pada awal tahun, mungkin Januari atau Februari," jelas Djohar.

Dengan adanya kesepakatan itu, PSSI mengaku puas. Pasalnya menurut Djohar, perubahan start kompetisi bisa membuat sejumlah perhelatan di Asia bisa berjalan tanpa mengganggu kompetisi yang sedang berjalan. "Hal itu kan juga membuat klub-klub punya waktu untuk mempersipkan diri. Mulai dari pencarian pemain, latihan, hingga mencari sponsorship. Kami berharap nantinya klub dalam kondisi yang segar, sehingga kompetisi bisa berjalan dengan baik." Sampai saat ini, Djohar sendiri mengaku belum menginformasikan hal tersebut kepada sejumlah klub di Indonesia. Namun katanya, ia dan PSSI akan segera memberitahu soal perubahan waktu kompetisi tersebut. "Nanti surat pemberitahuannya akan segera kita edarkan. Tentu pemberitahuan tersebut akan kita edarkan."
Read More...