Tampilkan postingan dengan label Timnas Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timnas Indonesia. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Mei 2012
0 Ditabrak Pemain Kurdistan , Kiper Timnas Indonesia Divonis Patah Tulang Kepala
Penjaga gawang utama timnas senior yang selama ini berjibaku diajang Al-Nakbah International Tournament di Palestina, Wahyu Tri Nugroho mengalami patah tulang di bagian kepala. Alhasil, ia dipastikan absen saat Indonesia menghadapi tuan rumah pada babak semifinal yang digelar hari Selasa (22/5/2012) mendatang.
Demikian disampaikan Fisioterapis timnas Indonesia, Matias Ibo dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (20/5/2012). Tak hanya itu, Ibo juga menyampaikan kondisi kekinian timnas seperti yang tertuang dalam blognya.
"Wahyu sedang cedera dan telah menjalani operasi. Dia akan berada di rumah sakit Ramallah sampai beberapa hari ke depan," terang Matias Ibo.
Kiper Persiba Bantul ini harus menerima kenyataan, tulang kepalanya patah sepanjang 1 centimeter setelah berbenturan dengan salah satu sepatu pemain Kurdistan, tadi malam yang berkesudahan dengan skor 1-1 dan menempatkan Indonesia lolos ke babak semifinal.
Setelah kejadian itu, tim medis langsung membawa ke RS dan dilakukan CT-scan dan MRI. "Operasinya sukses dan posisi tulang yang patah sudah dikembalikan. Sekarang dia di ICU, mudah-mudahan cepat sembuh dan segera menjalani masa rehabilitasi," imbuhnya.
Kini Indonesia hanya memiliki dua penjaga gawang yakni Jandia Eka Endra Prasetya. Namun demikian, Ibo tidak bisa memastikan siapa yang akan menggantikan posisi Wahyu dalam laga semifinal nanti.
Yang pasti, ia mengimbau agar Indonesia segera melakukan evaluasi dan memperbaiki penampilannya. Apalagi, lawan yang akan dihadapi adalah tuan rumah, Palestina yang dipastikan tampil ngotot di depan pendukungnya sendiri.
"Kami pasti nanti akan mendapatkan perlawanan yang lebih keras dari tim tuan rumah," bebernya.
0 Presiden sepakbola Kurdistan Kunjungi Kiper Wahyu Tri Nugroho di Rumah Sakit
Ketua Persatuan sepakbola Kurdistan, Sven Kanba dan anggota delegasi Kurdistan mengunjungi kiper indonesia yang cedera dan dirawat di salah satu rumah sakit di ramallah , Wahyu Tri Nagroho
Kanba yang datang bersama beberapa petinggi sepakbola Kurdistan berharap wahyu segera sembuh dan kembali beraksi bersama timnas indonesia di ajang al-nakbah tournament. Sven Kanba dan kawan-kawan pun memberikan sebuah bunga kepada wahyu tri.
Seperti diketahui, wahyu tri nugroho harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami cedera setelah berbenturan dengan pemain timnas kurdistan saat pertandingan indonesia vs kurdistan kemarin. Ia pun digantikan saat itu juga.
0 Timnas Tantang Palestina di Semifinal Al- Nakba
Ujian berat telah menanti Timnas Indonesia di babak semifinal Al-Nakhbah International Tournament. Irfan Bachdim dan kawan-kawan bakal menantang tuan rumah Palestina sebagai pemuncak Grup A. Laskar Garuda sendiri menempati runner-up Grup B setelah menahan imbang Kurdistan dengan skor 1-1, Sabtu (19/5) malam tadi.
”Kita di posisi runner-up karena kalah dalam dalam selisih gol, dan lawan yang akan dihadapi adalah tuan rumah Palestina,” terang Manajer Timnas Indonesia, Ramadhan Pohan, Minggu (20/5).
Laga semifinal melawan tuan rumah akan digelar pada Selasa (22/5) mendatang di Ramallah, Palestina. Meskipun berat, tapi Ramadhan Pohan yakin bahwa Palestina dapat dikalahkan. Politisi Partai Demokrat ini meminta skuad Merah-Putih terinsipirasi perjuangan Chelsea yang mampu menumbangkan Bayern Munich di kandangnya dalam final Liga Champions semalam.
“Palestina kuat. Apalagi faktor tuan rumah. Tapi tak ada pilihan lain kecuali main habis-habisan. Kita harus menang. Ingat, Bayern Munich saja bisa tumbang di kandang. Indonesia pun bisa mengalahkan tuan rumah Palestina,” tandas Ramadhan Pohan.
Namun, barisan pertahanan Timnas Indonesia yang digalang Wahyu Wiji Astanto harus benar-benar fokus untuk menangkal serangan beruntun yang sangat mungkin akan digencarkan oleh para pemain Palestina di laga semifinal nanti.
Dengan melajunya Timnas Indonesia ke semifinal, maka target yang dicanangkan oleh PSSI kepada skuad asuhan Nil Maizar ini. Ramadhan Pohan yakin, peluang Titus Bonai dan kawan-kawan lolos ke final masih terbuka.
”Yang jelas, kita telah melewati target semifinal. Sekarang, kita menatap final. Insya Allah jalan kita makin lempang,” ujarnya.
Sabtu, 19 Mei 2012
0 Waspadai Taktik Gerilya Kurdistan , Timnas Mantapkan Koordinasi Antar Lini
Sukses Mengalahkan Mauritania di Al-Nakbah Tournament di Palestina , Timnas Indonesia dihadapkan dengan tim Irak Kurdistan di laga terakhir babak penyisihan grup al nakbah tournament .
Untuk memastikan lolos ke semifinal , Tibo cs harus mampu mengalahkan Timnas Kurdistan. Meraup tiga poin saat memukul Mauritania dua gol tanpa balas.Akan tetapi, dalam laga tersebut masih terlihat jelas buruknya koordinasi antarlini skuad asuhan Nil Maizar.
Turun dengan formasi menyerang 4-3-3,timnas Merah Putihkerap kedodoran dalam menahan gelombang serangan para pemain Mauritania.Walau mampu mencuri dua gol lewat Hendra Adi Bayauw pada menit ke-20 dan gol bunuh diri Yacoub Ba empat menit kemudian,secara keseluruhan skuad asuhan Patrice Neveu lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Pada babak pertama, penerapan strategi serangan balik yang dikedepankan Nil bisa dibilang berhasil. Akan tetapi, hal itu tidak berjalan dengan baik pada babak kedua.
Sementara Mauritania terus mengancam barisan pertahanan Indonesia, kendati gagal karena buruknya penyelesaian akhir. Pertandingan kontra Mauritania sepatutnya menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Indonesia.Evaluasi itu sangat dibutuhkan bukan saja memperbaiki kekurangan timnas saat memperagakan strategi di lapangan nanti,tapi juga mengantisipasi lawan lebih tangguh di pertandingan kedua penyisihan Grup B. Di pertandingan kedua itu,para pemain Indonesia harus lebih sigap saat menghadapi Kurdistan.
”Para pemain memang minim pengalaman internasional karena banyak dari mereka masih muda. Tapi,saya salut dengan kerja keras Wahyu di bawah mistar gawang timnas. Ada kemungkinan Coach Nil akan mengubah strategi di partai kedua nanti.Kita tunggu saja,”ungkap Manajer Timnas Senior Indonesia Ramadhan Pohan. Ya,Nil memang wajib mengubah strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik saat bertemu Kurdistan di Dura Stadium, Dura,nanti malam.
Kurdistan tentu bukan Mauritania yang sering kali gagal memanfaatkan peluang yang ada di mulut gawang timnas Merah Putih.Apalagi,Kurdistan mampu menghempaskan Mauritania,3-1,di laga pembuka Grup B sebelumnya. Konsentrasi penuh tentu harus dilakukan Nil dalam laga penentuan tersebut. Sebab,sampai sedikit saja lengah,peluang timnas Merah Putihmelaju ke babak semifinal akan ditentukan dalam penilaian runner-up terbaik dari tiga grup invitasi Al Nakbah International Tournament tersebut.
Jadi,Tibo dkk harus memanfaatkan setiap momentum pada laga tersebut. Mereka harus merealisasikannya jika tak ingin kembali menuai kritik nanti.
0 Indonesia vs Kurdistan : Laga Hidup Mati Garuda
Partai hidup mati akan dimainkan tim nasional (timnas) Indonesia. Mereka akan melawan tim Kurdistan. Jika berhasil mengalahkan Kurdistan di Dura Stadium, Dura, nanti malam, satu tiket ke babak semifinal akan menjadi milik Titus ’Tibo’ Bonai dkk.
Walau di laga perdana timnas Merah Putih mampu menundukkan Mauritania,2-0, di Nablus Municipal,Nablus, Kamis (17/5), perjuangan timnas Indonesia masih belum selesai. Jika tim besutan Nil Maizar ingin memastikan satu tempat di babak semifinal, kemenangan atas Kurdistan menjadi satu-satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut.
Target kemenangan memang wajib didapat Tibo dkk.Sebab,hanya ada satu tim terbaik yang lolos dari penyisihan grup.Sementara di Grup B, Indonesia tinggal menyisakan satu rintangan menghadapi Kurdistan. Alasan lain adalah Kurdistan juga mengumpulkan tiga poin setelah di partai perdana menundukkan Mauritania, 3-1. Dari keberhasilan Kurdistan mempermalukan Mauritania,hambatan Tibo dkk jelas semakin besar menuju partai berikut.Timnas Merah Putih pun dituntut wajib waspada,apalagi setelah permainan kurang apik yang diperlihatkan Tibo dkk saat menghadapi Mauritania.
Dalam pertandingan perdana tim Indonesia itu,beberapa kali gawang timnas yang dikawal Wahyu Tri Nugroho dibombardir barisan depan Mauritania. Beruntung,tidak ada satu gol yang dicetak lawan,termasuk saat Mauritania mendapatkan peluang dari titik penalti. Fakta itu menunjukkan tim Merah Putih harus dievaluasi.Selain melakukan berbagai evaluasi,tim kepelatihan timnas Merah Putih pun harus fokus pada pemulihan kondisi fisik para pemain. Sempitnya masa istirahat yang dimiliki para punggawa timnas jelang partai kedua tentu akan menguras fisik.Kondisi itu berbeda jauh dengan Kurdistan,yang memiliki waktu istirahat lebih lama.
”Fokus kami saat ini adalah bagaimana bisa bermain bagus di partai kedua menghadapi Kurdistan.Sama-sama diketahui jika Kurdistan adalah lawan yang tangguh.Para pemain mereka memiliki kondisi fisik prima.Mereka pun memiliki serangan-serangan sangat teratur,”ungkap Manajer Timnas Senior Indonesia Ramadhan Pohan,kemarin. Fokus pada pemulihan kondisi fisik juga disampaikan tim fisioterapis timnas Mathias Ibo.Pria yang ditugaskan menjaga kondisi fisik para pemain timnas sejak masa kepelatihan Alfred Riedl ini menerangkan jika tidak ada latihan berat yang akan dilakukan para pemain jelang laga kedua menghadapi Kurdistan.
”Kami akan mengedepankan program pemulihan di stadion yang jaraknya dekat dengan hotel.Setelah itu,para pemain diberikan waktu bebas.Namun,akan dimanfaatkan penuh untuk beristirahat.Itu semua dilakukan sebelum bertemu Irak (Kurdistan),”tutur Mathias dalam blog pribadinya,thirty 37 seven.blogspot.com. Dalam laga kedua nanti,skema permainan saat menundukkan Mauritania akan kembali diterapkan Nil.
Mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut akan kembali memasang tiga trisula timnas Merah Putihyang diisi Tibo,Irfan Bachdim, dan Samsul Arif Munip.Strategi serangan balik kemungkinan besar juga kembali diterapkan. Bermain mengandalkan serangan balik memang cocok jika melihat komposisi pemain utama dan cadangan yang dimiliki timnas Merah Putih.
Selain Tibo,Samsul, dan Hendra Adi Bayauw yang jadi penyumbang gol perdana timnas di bangku cadangan masih ada Oktovianus ’Okto’ Maniani,Muhammad Nur Iskandar,dan Kim Jeffrey Kurniawan yang juga memiliki kecepatan.
Jumat, 18 Mei 2012
0 Timnas Hanya Latihan 45 Menit, Jelang Hadapi Kurdistan
Mepetnya jadwal Turnamen Persahabatan Internasional Al-Nakba membuat Timnas Indonesia hanya melakukan latihan ringan hari ini, Dikutip Bola Beta™, Jumat (18/5/12).
Titus Bonai dkk berhasil mengalahkan Mauritania 2-0 pada laga perdana di Grup A Kamis kemarin (17/5/12). Sabtu (19/4/12) besok, mereka akan menghadapi Kurdistan pukul 21.00 WIB.
Menurut Manajer Ramadhan Pohan, skuad hanya berlatih selama 45 menit di pagi hari, yang dimulai sejak pukul 07.00 waktu setempat.
“Kata Nil Maizar, hari ini Samsul, Tibo, Bachdim dkk melakukan recovery training saja. Itu pagi. Untuk sore, bebas,” ungkapnya lewat pesan singkat kepada wartawan.
Artinya, usai pemanasan pagi, para pemain libur latihan. Menurut staf pelatih, mereka layak diberi waktu istirahat usai mengalahkan Mauritania.
“Biar pemain lebih cepat kembali menemukan kebugarannya. Mereka bisa istirahat, jalan-jalan melihat kota Jenin . Besok malam kembali ‘nge-gas’ lagi melawan Kurdistan,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.
Staf pelatih juga belum menyusun taktik untuk menghadapi laga penentuan besok di Stadion Internasional Dora, Hebron.
“Tim Coach Nil Maizar, (Asisten Pelatih) Fabio Oliveira, (Pelatih Kiper) Haryanto akan bahas dan evaluasi pasca laga kemarin. Apakah ada perubahan line-up, penajaman sektor tertentu dan sebagainya, diputuskan besok saja,” paparnya.
“Kata Fabio, kemarin kemenangan atas Mauritania sudah luar biasa. Dengan mayoritas pemain debutan, Indonesia unggul meyakinkan,” Ramadhan menutup.
0 Timnas Siap Hadapi Kurdistan
Timnas Garuda yang saat ini turun di Al-Nakba International Tournament 2012 di Palestina tidak ingin lengah di pertandingan kedua penyishan Grup B yaitu melawan Kurdistan (Irak), Sabtu (19/5).
Hendra Bayauw dan kawan-kawan diharapkan tetap menunjukkan kemampuan terbaiknya seperti saat menghadapi Mauritania, Kamis (17/5) yang berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-0.
"Fisik mereka (Kurdistan) lebih kuat. Kendali serangan mereka juga lebih teratur. Tapi kita harus semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik," kata Manajer Timnas, Ramadhan Pohan saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat dini hari.
Menurut dia, salah satu kunci agar bisa maksimal melawan Kurdistan, semua pemain harus secepatnya melakukan recovery. Betapa tidak, anak asuh Nil Maizar hanya memiliki waktu lebih sedikt untuk istirahat dibandingkan dengan Kurdistan.
Kurdistan memiliki waktu recovery lebih dari tiga hari karena mereka telah menjalani pertandingan pertama yaitu melawan Mauritania, Selasa (15/5), sedangkan Titus Bonai dan kawan-kawan hanya mendapatkan waktu recovery satu hari saja.
"Semoga Hamdi Ramdan, Wahyu Wijiasnanto, Irfan Bachdim dan kawan-kawan cepat recovery, karena kebugaran adalah salah satu kunci," kata politisi dari Partai Demokrat itu.
Anggota DPR RI itu mengaku, meski formasi permainan yang diterapkan pelatih Nil Maizar saat menghadapi Mauritania cukup sukses bukan berarti akan digunakan saat menghadapi Kurdistan. Lawan kedua ini dinilai memiliki karakter bermain yang berbeda.
Saat menghadapi Mauritania, serangan balik cepat menjadi andalan. Betapa tidak, dua gol yang tercipta semuanya berasal dari serangan balik yang dilakukan oleh gelandang lincah seperti Hendra Bayauw.
"Jajaran pelatih akan melakukan evaluasi dulu. Coach Nil itu piawi dalam taktik dan sentuhan. Kemungkinan akan terjadi perubahan formasi pada pertandingan kedua nanti. Kita lihat saja nanti," katanya menegaskan.
Jika Timnas Garuda mampu mengatasi Kurdistan yang sebelumnya mengalahkan Mauritania dengan skor 3-1, maka Irfan Bachdim dan kawan-kawan secara otomatis akan lolos ke babak semifinal dan tidak perlu lagi mencari posisi runner up terbaik.
Betapa tidak, dari sembilan tim yang turun di Al-Nakba International Tournament 2012, hanya tiga tim saja yang secara otomatis yaitu juara grup. Sedangkan satu posisi di semifinal ditentukan oleh runner up terbaik dari tiga grup yang ada.
(ANT)
0 Ramadhan: Timnas Indonesia Lolos Ujian Pertama
Manajer Timnas Indonesia, Ramadhan Pohan mengaku timnas saat ini telah lolos di ujian pertama pada Al Nakba International Tournament di Palestina, setelah mengalahkan Mauritania, 2-0. Dikutip Bola Beta™, Kamis (17/05/2012)
Dengan kemenangan ini, kata dia, membuka peluang bagi Irfan Bachdim dan kawan-kawan untuk lolos ke babak semifinal meski masih harus menghadapi Kurdistan di pertandingan kedua di babak penyisihan Grup B, Sabtu (19/5).
"Kurdistan berat. Fisik mereka lebih kuat. Tetapi kita bisa mengatasi sehingga mampu meraih kemenangan meski di timnas banyak pemain debutan," katanya melalui pesan layanan singkat.
Menurut dia, pemain debutan yang sangat terlihat adalah pencipta gol bagi Indonesia yaitu Hendra Bayau. Pemain berusia 19 tahun ini mampu bermain dengan cemerlang dan membuat timnas dibawah pimpinan Nil Maizar mulai bisa diandalkan.
Selain itu pemain yang bermain cemerlang adalah penjaga gawang Wahyu Tri Nugroho. Penjaga gawang klub Persiba Bantul ini mampu mematahkan semua serangan Mauritania termasuk mampu mematahkan tendangan pinalti lawan sehingga gawang timnas tetap aman.
"Ini membuktikan jika instruksi dari pelatih berjalan dengan baik. Dua gol yang tercipta semuanya berasal dari serangan balik yang terkoordinir dengan baik," katanya menambahkan.
Anggota DPR RI itu menegaskan, kemenangan yang diraih atas Mauritania ini merupakan upaya kerja keras dan semangat pantang menyerah dari semua pemain dan jajaran pelatih. Mereka telah bermain disiplin meski terus ditekan oleh lawan.
Yang terpenting saat ini, kata dia, semua pemain harus secepatnya melakukan "recovery" agar bisa maksimal di pertandingan selanjutnya yaitu Kurdistan yang di pertandingan pertama mampu mengalahkan Mauritania dengan skor 3-1.
"Yang terpenting saat ini para pemain harus secepatnya mengatasi kelelahan hari ini. Iklim di Timur Tengah ini berat. Makanya doakan agar cepat `recovery`," kata politisi Partai Demokrat itu.
Ditanya persiapan untuk menghadapi Kurdistan, Ramadhan Pohan belum bisa memberikan penjelasan dengan detail karena jajaran pelatih di bawah pimpinan Nil Maizar masih akan melakukan evaluasi terhadap pemain.
"Coach Nil itu piawai dalam taktik dan sentuhan. Kemungkinan akan terjadi perubahan formasi pada pertandingan kedua nanti. Kita lihat saja nanti," katanya menegaskan.
Meski menang di pertandingan pertama, Titus Bonai dan kawan-kawan masih banyak kekurangan terutama dalam hal pertahanan. Hanya saja untuk serangan balik, Timnas Garuda pantas untuk diapresiasi. (jk)
Kamis, 17 Mei 2012
0 Jelang Lawan Mauritania , Samsul Arif Kapten - Striker Tibo-Bachdim
Tim nasional Indonesia akan mengandalkan duet Irfan Bachdim-Titus Bonai saat melawan Mauritania dalam pertandingan pertama timnas di turnamen Al-Nakba, Palestina, Kamis, 17 Mei 2012. "Nil dan Fabio akan tandemkan Tibo-Irfan di depan dalam skema besar 4-4-2," kata Manajer Timnas, Ramadhan Pohan, Kamis sore, 17 Mei 2012.
Duet tersebut, kata Ramadhan, memang baru sekali diuji dalam pertandingan. Namun, manajer yang juga politisi Partai Demokrat itu percaya, duet itu mampu bermain baik dan membongkar pertahanan Mauritania.
Ban kapten, lanjut Ramadhan, kemungkinan besar akan diserahkan kepada Samsul Arif. Arif, kata Ramdhan, kemungkinan akan dipasang di sayap kiri. "Samsul sebelumnya pernah dicoba jadi kapten saat ujicoba tim di Magelang beberapa waktu lalu," kata Ramadhan lagi.
Setelah pertandingan malam ini melawan Mauritania, timnas akan berhadapan dengan Kurdistan, dua hari berselang. Berikut prediksi susunan pemain: Wahyu (PG), Wiji, Hamdi, Nopendi, Novan, Samsul, Bayauw, Jajang, Taufik, Irfan, Tibo.
0 Andalkan Duo Papua , Optimis Bawa Trophy
Persiapan tim nasional (timnas) senior Indonesia sangat menyedihkan sebelum mengikuti Invitasi Al-Nakbah International Tournament, Palestina, 13–23 Mei 2012. Dikutip Bola Beta™, Kamis (17/05/2012)
Betapa tidak, masalah sempat mewarnai persiapan tim Merah Putih, seperti waktu yang sempit hingga enggannya pemain menjalani seleksi di Yogyakarta sebelumnya. Keengganan mereka,terutama pemain Indonesian Super League (ISL),lebih dilandasi tak adanya izin dari manajemen klub. Di tim Merah Putihhanya Titus ‘Tibo’ Bonai dan Oktovianus ‘Okto’ Maniani dari pemain ISL yang bergabung. Padahal,selain memanggil sebagian besar pemain Indonesia Premier League (IPL), PSSI sempat memanggil sekitar 10 pemain ISL untuk menjalani seleksi timnas.
Pemain-pemain ISL yang tidak kunjung bergabung adalah Ferry Rotinsulu, Firman Utina ,M Ridwan (Sriwijaya FC), Zulkifli Syukur, M Ilham, M Nasuha (Persib Bandung), Ricardo Salampesy ,Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro), serta Bambang Pamungkas (Persija Jakarta). “Kami hanya bisa optimalkan yang ada dalam masa persiapan timnas jelang Al- Nakbah.Kompetisi juga tengah berjalan dan klub-klub membutuhkan kehadiran para pemainnya,”ungkap Manajer Timnas Senior Indonesia Ramadhan Pohan.
Selain tidak hadirnya beberapa pemain ISL,persiapan sempat terkendala akibat seleksi ditinggal Pelatih Kepala Nil Maizar ke Jerman. Mantan pelatih Semen Padang itu terpaksa meninggalkan tim untuk mengikuti kursus kepelatihan di negara peraih tiga gelar Piala Dunia tersebut. Selama masa-masa persiapan,tim Merah Putih lebih banyak mendapat instruksi dari Asisten Pelatih Fabio Oliveira. Pelatih berkebangsaan Brasil itu ditugaskan menjalankan semua program yang sudah dirancang Nil sebelum meninggalkan Tanah Air. “Selain masalah tidak semua pemain gabung dan pelatih kepala ada di Jerman, kami sering kali menggelar pelatihan dengan sistem buka-tutup.Sulit memang kondisi yang dialami,tapi kami tidak bisa berbuat apaapa,” papar Ramadhan.
“Fabio dan beberapa staf pelatih,seperti Haryanto,Risdianto,dan pelatih fisik Komarudin terus melakukan kompromi dengan beberapa penyesuaian.Tapi,proses seleksi terus berjalan dan timnas tetap disiapkan sesuai dengan realita yang ada,” sambungnya. Dia berharap segala kekurangan itu tak akan memengaruhi kinerja para pemain timnas di turnamen tersebut.Ramadhan justru yakin timnya bisa menyiasati kekurangan itu,meski tak mudah merealisasikannya. decky irawan jasri
0 Indonesia Belum Pernah Menang dari Mauritania
Tim nasional (timnas) senior Indonesia siap tempur menjalani laga pertama Grup B Invitasi Al-Nakbah International Tournament 2012. Dikutip Bola Beta™, Kamis (17/05/2012)
Tim Merah Putih optimistis bisa mengimbangi Mauritania di Nablus Municipal, Nablus, hari ini. Keyakinan itu terus ditanamkan Irfan Bachdim dkk,walau sebagian besar pemain timnas saat ini minim pengalaman bertanding di kancah internasional.Meski begitu,mereka ingin membuktikan tim ini mampu berbicara banyak di turnamen tersebut. Meski komposisi pemain timnas ratarata diperkuat pemain muda,termasuk kebanyakan dari mereka baru pertama kali membela timnas Merah Putih,Irfan dkk akan berusaha mendapatkan hasil maksimal pada pertandingan tersebut.
Target itu wajib didapat Indonesia jika tak ingin terjepit ketika menjalani laga kedua Grup B kontra Irak, Sabtu (19/5). Sialnya, mereka langsung menghadapi lawan tangguh Mauritania. Prediksi negatif pun menyudutkan timnas,terlebih Indonesia kurang beruntung selama bertemu Mauritania. Dari dua pertemuan sebelumnya,Indonesia hanya meraih satu imbang dan satu kekalahan. Namun,tim pelatih timnas Indonesia telah mempersiapkan strategi andal.Mereka akan berusaha minimal menjaga kans mendapatkan satu angka.Itu perlu mengingat langkah timnas bakal terjal jika kalah, apalagi hanya ada satu tim yang berhak lolos dari fase penyisihan grup ke tahap selanjutnya.
“Saya menganggap semua lawan yang ada di Grup B adalah tim-tim yang berat untuk ditaklukkan.Jika berbicara soal strategi permainan,kami akan coba pelajari dulu permainan calon lawan.Setelah itu,kami akan coba maksimalkan kekurangan mereka,” ungkap Asisten Pelatih Timnas Fabio Oliveira. Fabio pun memberikan bocoran jika tim intinya nanti hampir sama saat menjalani laga uji coba kontra Persiba Bantul,Jumat (11/5).Meski di laga uji coba itu harus puas bermain imbang 1-1,dia yakin para pemain seperti Irfan,Titus ‘Tibo’ Bonai,dan Oktovianus ‘Okto’ Maniani akan membawa perubahan positif.
Keyakinan mampu menyuguhkan permainan terbaik juga disampaikan penjaga gawang timnas Jandia Eka Putra. Tembok terakhir tim Merah Putihmilik Persema Malang ini sudah siap menjalani laga perdananya bersama timnas senior. Berbagai bekal penting di beberapa laga uji coba akan coba diterapkannya pada partai perdana tersebut. “Saya sudah siap.Saya rasa sudah cukup berbagai latihan yang dijalani. Sekarang,kami akan terapkan pada pertandingan nanti.Setiap pemain, terutama saya sebagai penjaga gawang, sudah siap diturunkan,” tutur Jandia.
“Ya, jika saya nanti benar-benar dipercaya pelatih untuk bermain, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak kebobolan. Kami akan berusaha keras bermain maksimal agar bisa memberikan hasil yang terbaik untuk bangsa dan negara,” sambungnya. Manajer Timnas Senior Indonesia Ramadhan Pohan menegaskan hasil di laga perdana kontra Mauritania sangatlah penting.Politisi dari Partai Demokrat ini menyatakan tidak ada jalan lain bagi tim Merah Putihselain meraih kemenangan di partai perdana.
“Walaupun berat,kami harus menang saat laga menghadapi Mauritania. Hanya kemenangan yang membuka peluang kami masuk semifinal. Kalau kalah,dipastikan peluang itu berat, walau belum pasti tertutup,” sebut Ramadhan. decky irawan jasri
0 Indonesia vs Mauritania : Siap Kalahkan Negeri Antah Berantah
Malam nanti timnas senior Indonesia akan memulai kiprahnya di turnamen Al-Nakbah di Palestina. Tapi menjelang pertandingan dimulai terjadi perubahan. Dikutip Bola Beta™, Kamis (17/05/2012)
Mestinya tim yang akan dihadapi Titus Bonai dkk adalah Uzbekistan di Stadion Ramallah. Tapi tim dari negeri pecahan Uni Sovyet itu dipastikan mengundurkan diri. Lawan Indoensia pun berubah. Malam nanti timnas Merah Putih akan melawan tim peringkat 202 dunia, Mauritania, yang semula berada di Grup C bersama Tunisia dan Jordania, yang dipindah ke Grup B bersama Indonesia dan Kurdistan (Irak Utara).
Sementara, Srilanka yang berada di grup A bersama Palestina, Vietnam, dan Pakistan, dipindahkan ke grup C untuk mengisi posisi Mauritania. Di partai pertama Selasa kemarin, Mauritinia menyerah 1-3 dari Kurdistan.
Ramadhan Pohan manajer timnas Indonesia mengatakan, alasan tidak tampilnya Uzbekistan di turnamen Al Nakbah karena tidak mendapat izin masuk Palestina oleh pihak Israel.
"Tidak masalah kita akan menghadapi tim mana. Yang jelas timnas akan tampil yang terbaik," tutur Ramadhan Pohan. Menurutnya saat ini semua pemain dalam kondisi fit dan siap tempur. "Semua pemain dalam kondisi bagus. Semua bergairah dan kita terus genjot spirit mereka," sambung Pohan.
Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan jika di Turnamen Al Nakbah, Mauritinia menurunkan timnas seniornya. "Kami melihat beberapa peman tengah dan depan mereka punya kelebihan skill individu. Ini harus diwaspadai tim kita. Tapi koordinasi tim dan barisan pertahanan mereka rapuh. Kondisi itu harus bisa dimanfaatkan barisan penyerang kita," ungkap Pohan.
Setelah bertanding melawan Mauritania malam nanti, timnas selanjutnya akan menghadapi Kurdistan di Dora, Minggu (19/5). Pohan mengaku timnas tidak terlalu memikirkan dengan perubahan jadwal tersebut.
"Untuk lawan Mauritania, mereka akan menurunkan skuad timnas seniornya. Kita belum pernah ketemu, strategi tentu tak mungkin dibeber secara terbuka. Tetapi, yang lebih penting kita fokus pada strategi kita saja," ujar Ramadhan.
Dalam turnamen ini, Indonesia membawa 20 pemain dari hasil seleksi pemusatan pelatihan nasional di Jogjakarta sejak 19 April lalu. Mayoritas pemain adalah mereka yang selama ini berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) plus dua pemain asal Papua, Titus Bonai dan Oktovianus Maniani yang musim ini memperkuat tim Indonesia Super League (ISL), Persipura Jayapura dan Persiram Raja Ampat. Tapi bergabungnya dua pemain dipersoalkan kedua klubnya karena tidak mendapat izin. (ali/upi)
Rabu, 16 Mei 2012
0 5 Pemain Asing Ikut Perkuat Timnas Lawan Inter Milan
Akibat kurangnya jumlah pemain, lima pemain asing bakal ikut bermain bersama Timnas U-23 saat meladeni Inter Milan dalam laga eksibisi di Gelora Bung Karno, 24 Mei mendatang.
"Nanti kita gabungan. Dan masuk ke Indonesia Selection. Jadi gabungan sama pemain asing. Total nanti ada lima pemain asing, dan 15 pemain timnas. Itu U-23 semua," ujar Pelatih Aji Santoso kepada wartawan, Dikutip Bola Beta™, Rabu (16/5/2012).
Aji mengeluhkan belum lengkapnya pemain untuk laga eksebisi melawan Inter Milan, 24 Mei mendatang. Akibatnya, dia kesulitan menyusun strategi bermain dan menggelar pertandingan uji coba.
"Sekarang belum ada dulu, ya karena kondisinya pemain kita belum lengkap. Nanti kalau pemain sudah lengkap, dan sudah ngumpul semua baru kita akan menjadwalkan uji coba," keluh Aji.
Mantan pelatih Timnas Senior itu mengatakan dirinya masih terus menunggu jumlah pemain lengkap untuk menerapkan strategi melawan Inter Milan.
"Ujicoba itu kan intinya kita ingin melihat pola permainan tim kita kalau sudah lengkap. Jadi kita bisa tahu mana yang kurang, mana yang belum lengkap. Jadi kita tunggu dulu pemain ngumpul," katanya.[kun]
0 Timnas Bedah Kekuatan Mauritania
Manajemen Timnas Garuda sudah mempelajari kekuatan calon lawan pertamanya pada Al Nakba International Tournament 2012 di Palestina yaitu Mauritania. Dikutip Bola Beta™, Rabu (16/5/2012)
Koordinator Timnas Bob Hippy saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, mengatakan, untuk mengetahui kekuatan Mauritania, pihaknya telah mengutus asisten pelatih timnas Fabio Oliviera melihat secara langsung pertandingan Mauritania saat menghadapi Kurdistan, Selasa (15/5).
"Coach Fabio sudah nonton mereka saat main lawan Kurdistan di mana mereka kalah 1-3. Ada beberapa hal yang telah dicatat bahkan pada latihan tadi, tim bahkan sudah langsung mempraktekkan cara melawan mereka," katanya.
Menurut dia, meski sedikit banyak telah mengetahui kekuatan calon lawan, pihaknya mengaku tidak gegabah. Seluruh pemain yang akan diturunkan harus terus berkonsentrasi selama jalannya pertandingan, Kamis (17/5).
Pada latihan, kata dia, pemain telah menjalankan instruksi pelatih dengan baik meski latihannya harus menggunakan lapangan sintetis. Beberapa formasi telah diperagakan dan bisa diterima dengan baik oleh Irfan Bachdim dan kawan-kawan.
"Persiapan baik-baik saja. Harapan kami semua pemain bisa bermain bagus dan fokus untuk mendapatkan poin penuh," kata pria yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin Husin ini.
Bob Hippy menegaskan, jika Timnas Garuda mampu meraih poin penuh saat menghadapi Mauritania, peluang untuk lolos ke babak semifinal lebih terbuka. Apalagi pada pertandingan penyisihan Grup B lainnya yaitu melawan Kurdistan, Sabtu (19/5) juga mampu meraih poin penuh.
Untuk turun di Al Nakba International Tournament 2012, jajaran pelatih timnas telah menunjuk 20 pemain yang dinilai memiliki kemampuan untuk turun di turnamen ini. Dari 20 pemain yang dibawa, ada dua pemain asal ISL yaitu Oktovianus Maniani dan Titus Bonai (Tibo) dan keberadaannya membawa kontroversi.
0 PSSI Siapkan 15 Pemain Under-23 Menghadapi Inter Milan
Sebanyak 15 pemain timnas U-23 telah disiapkan untuk berlaga menghadapi klub elite asal Italia, Inter Milan. Hal itu diungkapkan sang pelatih, Aji Santoso saat dihubungi wartawan.
Pelatih yang juga ditunjuk mengarsiteki timnas U-22 diajang kualifikasi Piala Asia U-22 tersebut mengatakan, pihaknya akan mengkombinasikan timnas U-23 dengan para pemain asing yang berlaga di kompetisi Indonesia.
"Itu nanti masuk ke Indonesia Selection. Ada gabungan bersama pemain asing sekitar lima pemain. Sisanya 15 pemain timnas U-23," bebernya, Dikutip Bola Beta™, Rabu (16/5/2012).
Nama-nama beken seperti Andik Vermansyah, Diego Michiels pun dipastikan akan tampil membela tim Indonesia Selection untuk melawan Javier Zanetti dan kawan-kawan.
Timnas U-23 meupakan proyeksi jangka panjang PSSI. Tim ini nantinya akan mewakili Indonesia diajang SEA Games 2013 yang diselenggarakan di Myanmar.
Berkaca pada prestasi SEA Games 2011, Indonesia mampu meraih runner up. Oleh karena PSSI sendiri telah menargetkan emas diajang paling bergengsi di Asia Tenggara yang digelar dua tahun sekali ini.
0 Jelang Bentrok Mauritania Timnas Mengaku Siap
Uzbekistan dipastikan batal ikut turnamen internasional Al-Nakbah di Palestina. Sebagai gantinya, panitia dalam hal ini Federasi Sepak Bola Palestina (PFF) telah menarik Mauritania dari grup C untuk dimasukan ke grup B yang ditempati Indonesia dan Irak-Kurdistan.
Berdasarkan perubahan itu, Mauritania pun akan menjadi lawan timnas Indonesia di partai perdana pada Kamis (17/5) besok. Mengenai hal itu, Koordinator Timnas, Bob Hippy, membenarkan hal tersebut. "Iya benar, ini karena Uzbekistan mengundurkan diri, mereka tidak datang. Jadi posisinya di Grup B diganti Mauritania," kata Bob, Dikutip Bola Beta™, Rabu (16/5).
Menurut Bob, perubahan itu sendiri tak terlalu menggangu tim. Perubahan itu, sambungnya, justru akan mempermudah langkah Indonesia menembus partai semifinal. "Mudah-mudahan seperti itu." Sementara itu, jelang pertandingan melawan Mauritania, Bob menyatakan bahwa tim saat ini dalam kondisi yang sangat baik.
Adaptasi terhadap lapangan sintesis yang dipakai dalam turnamen itu juga berjalan baik. "Untuk persiapan khusus, kita tidak melakukan apa-apa selain latihan-latihan saja," jelas Bob. Hanya saja, dijelaskan Bob, asisten pelatih, Fabio Oliviera, Selasa (15/5), telah memantau sang lawan, Mauritania di laga kontra Irak-Kurdistan.
Selasa, 15 Mei 2012
0 Tibo dan Okto Berjihad Untuk Palestina
PSSI mengimbau kepada Persipura Jayapura dan Persiram Raja Ampat tidak mengajukan gugatan terkait status pemain mereka, Titus Bonai dan Oktovianus Maniani yang bergabung dengan Timnas.
Tibo dan Okto tidak mendapat izin dari klubnya masing-masing untuk membela Timnas karena tenaga mereka masih dibutuhkan di Liga Super Indonesia (ISL), namun keduanya tetap bergabung secara diam-diam, membuat klub pemilik mereka berang.
Kedua klub menduga ada peran serta PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin dalam sikap indisipliner Tibo dan Okto. Persipura dan Persiram pun mengancam akan menggugat PSSI Djohar.
"Ancam mengancam demi kepentingan bangsa diurungkanlah," ujar Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong di kantor PSSI, Dikutip Bola Beta™, Selasa (15/5/2012).
Sebelumnya, Persipura Jaya Pura dan Persiram Raja Ampat akan mengajukan gugatan terkait Tibo dan Okto. Bahkan Persiram meminta Okto untuk membayar ganti rugi akibat pemutusan kontrak secara sepihak. Saat didesak mengenai gugatan dan tuntuan ganti rugi tersebut, Limbong menjawab diplomatis.
"Bukan PSSI yang bantu, tapi negara. Karena mereka bekerja untuk negara. Mereka berjihad untuk kemerdekaan Palestina," kilahnya.
Limbong menegaskan bahwa Tibo dan Okto hanya bermaksud membela Timnas tidak ingin keluar dari klub yang selama ini menaungi mereka.
"Ingat Timnas itu bukan hanya milik PSSI, tapi punya seluruh bangsa Indonesia. Mereka tidak punya keinginan pindah klub, mereka ingin membela Timnas yang wajib hukumnya," tandasnya.[yob]
0 Uzbekistan Batal Ikut Al-Nakbah Cup 2012 , Jadwal direvisi
Uzbekistan batal mengikuti Turnamen Internasional Palestina 2012 (Al-Nakbah Cup) yang dijadwalkan berlangsung dari kemarin (14/05/12) hingga tanggal 23 Mei 2012. Pembatalan Uzbekistan untuk berperan serta dalam turnamen ini belum jelas alasannya. Namun situs resmi federasi sepakbola Palestina (www.pfa.ps) sudah menginformasikan bahwa peserta turnamen Al Nakba ada 9 (sembilan) tim.
Pembatalan keikutsertaan Uzbekistan ini juga berpengaruh terhadap pertandingan yang dilangsungkan kemarin. Seharusnya malam tadi Pakistan berhadapan dengan Srilanka di Stadion Faisal al-Husseini, namun pertandingan ini terpaksa dibatalkan oleh panitia penyelenggara.
Sementara itu dalam pertandingan pembukaan antara tuan rumah Palestina menghadapi Vietnam, tuan rumah berhasil unggul 2-0. Pertandingan ini disaksikan oleh sepuluh ribu penonton dan dihadiri oleh Wakil Presiden FIFA, Prince Ali Bin Al Hussein, seperti yang dilansir dari situs www.pfa.ps.
Palestina mencetak gol pertama dalam pertandingan ini lewat kaki Lhalman Khaldoun Khalil pada menit 25 memanfaatkan umpan dari Abdul Hamid Abu Habib yang sebelumnya melakukan penetrasi ke kotak penalti Vietnam. Gol kedua Palestina diciptakan oleh striker andalannya, Fahd Attal, lewar sundulan memanfaatkan umpan silang Murad Ismail di menit 78. Hasil pertandingan ini membawa Palestina memimpin klasemen sementara Grup A.
Revisi Jadwal
Batalnya keikutsertaan Uzbekistan ini berimbas pada penjadwalan dan pembagian grup Turnamen Internasional Palestina ini. Sebelumnya Uzbekistan berada di Grup B bersama tim nasional (timnas) Indonesia dan Irak yang diwakili oleh Kurdistan. Posisi Uzbekistan digantikan oleh tim asal Afrika, Mauritania. Berikut adalah revisi jadwal Al Nakba Cup 2012 Seperti yang Dilansir bicarabola dan Dikutip Bola Beta™, Selasa (15/5/2012) :
14 Mei 2012 : Grup A – Palestina vs Vietnam
15 Mei 2012 : Grup B – Irak/Kurdistan vs Mauritania. Grup C – Tunisia vs Yordania.
16 Mei 2012 : Grup A – Vietnam vs Pakistan
17 Mei 2012 : Grup B – Mauritania vs Indonesia. Grup C – Yordania vs Srilanka.
18 Mei 2012 : Grup A – Palestina vs Pakistan (Hussein)
19 Mei 2012 : Grup B – Indonesia vs Irak/Kurdistan. Grup C – Tunisia vs Srilanka.
20 Mei 2012 : Libur
21 Mei 2012 : Semifinal – Juara Grup A vs Juara Grup B, Juara Grup C vs Runner Up Terbaik
22 Mei 2012 : Libur
23 Mei 2012 : Final
0 Bernhard Limbong: Tibo dan Okto Pahlawan!
Titus Bonai dan Oktovianus Maniani yang kini ikut rombongan timnas ke Palestina dianggap sebagai pahlawan oleh penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong.
"Saya justru memberikan apresiasi kepada Tibo dan Okto. Mereka adalah Hero," ujarnya di kantor PSSI, Dikutip Bola Beta™, Selasa (15/5/2012).
Ditengah polemik persepakbolaan tanah air. Kedua justru tak mau ambil pusing untuk bergabung dengan timnas meski tersiar kabar tidak mendapatkan ijin dari klubnya masing-masing.
Kehadiran keduanya pun dijadikan pemicu bagi Limbong yang juga sebagai Ketua tim rekonsiliasi PSSI agar masalah sepak bola di Indonesia segera bisa diselesaikan.
"Mudah-mudahan kehadiran mereka menjadikan proses rekonsiliasi bisa terwujud, sehingga ke depan kita bangun PSSI lebih baik," imbuhnya.
Bergabungnya kedua pemain kemudian menimbulkan pertanyaan apakah kedua masih tetap sebagai pemain ISL. Menanggapi hal tersebut, Limbong menyatakan tidak ada yang berubah dari status keduanya.
"Okto sampai sekarang tetap di Persiram (Raja Ampat), Tibo tetap di Persipura," paparnya.
0 Al-Nakbah Melebihi Turnamen Resmi FIFA
Penanggung jawab timnas, Benrhard Limbong menegaskan, Al-Nakbah International Tournament di Palestina melebihi sekedar kalendar FIFA. Ia mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam turnamen ini, tidak hanya sebatas apakah even tersebut merupakan kalendar FIFA atau tidak.
"Menurut saya kehadiran kita (Indonesia) dalam rangka solidaritas mendukung Palestina. Jadi wajib bagi Indonesia untuk menghadiri undangan Palestina," katanya di kantor PSSI, Dikutip Bola Beta™, Selasa (15/5/2012).
Sikap tersebut merupakan wujud nyata dari pengakuan Indonesia terhadap negara Palestina. Alhasil, salah kaprah jika banyak pihak yang memandang sebelah mata terhadap keikutsertaan Indonesia diajang ini, yang notabene bukan kalendar FIFA.
"Jangankan sepak bola, jihad pun akan kami lakukan untuk Palestina," tandas Limbong.
Timnas Indonesia, kini telah berada di Palestina. Dalam turnamen ini, Indonesia berada di grup B bersama Irak, Uzbekistan dan Kurdistan. Indonesia akan mengawali laganya tanggal 17 Mei 2012 melawan Uzbekistan.
Langganan:
Postingan (Atom)






















